You are currently viewing Kisah Singkat Umar Bin Khattab
Kisah-Ummar

Kisah Singkat Umar Bin Khattab

Hosting Unlimited Indonesia
  • Kisah Singkat Umar Bin Khattab

 

Ketika Rasul pertama kali berdakwah, ummar adalah orang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluk agama islam,di ceritakan bahwa ummar ingin membunuh Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Saat mencari rosullallah ummar berpapasan dengan Nu’aim bin Abdullah  seorang laki-laki dari Bani Zuhrah, yang kemudian ia memberitahu bahwa adik perempuan dan adik iparnya juga telah memeluk agama islam, saat itu ummar sangat terkejut dan langsung pulang menemui saudara perempuanya tersebut.

 

Saat ummar tiba di rumahnya ummar mendengar saudara perempuanya sedang belajar Al Quran,ia sedang membaca surah Thaha kepada Khabab bin al Arat. Ketika mendegar suara ummar datang maka Khabab bin al Arat bersembunyi, lalu ummar masuk kedalam rumah dan menanyakan suara yang di dengarnya, kemudian adik perempuanya berkata,” kami tidak sedang mebicarakan apa apa”

Mendengar ungkapan itu Umar bin Khattab memukulnya hingga terluka dan berdarah, karena tetap saja saudara perempuannya itu mempertahankan agama Islam yang dianutnya. Ketika melihat wajah saudarinya berdarah, Umar menjadi iba kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat.

Ummar bin khattab berkata “ berikan kitab itu kepadaku aku ingin membacanya” lalu adik perempuanya berkata “kamu itu kotor, tidak boleh menyentuh kitab suci ini’jika engkau ingin memegang kitab ini maka engkau harus bersuci terlebih dahulu”

Mendengar ini ummar kagum betapa mulianya kitab ini saat ingin menyentuhnya saja kita harus dalam keadaan suci” Lantas Umar bin Khattab mandi dan mengambil kitab yang ada pada adik perempuannya. Ketika dia membaca surat Thaha, dia memuji dan muliakan isinya, kemudian minta ditunjukkan keberadaan Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Ketika itulah ummar bin khattab mendapat hidayah dan mendapat petunjuk dan doa Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di kabulkan oleh Allah SWT.

 

Umar bin Khattab garis keturunanya bertemu dengan Rasulullah ﷺ pada Ka’ab bin Luayyi bin Ghalib. Panggilannya adalah Abu Hafsh dan dijuliki Al-Faruq. Beliau menjadi Khalifah pada tahun 13-24 H/ 634-644 M.

Hosting Unlimited Indonesia

Di dalam kitab Biografi Umar bin khattab yang dikarang oleh Ali Muhammah Ash-Shalabi mencantumkan sifat-sifat Al-Faruq yang paling menonjol seperti: rasa takut yang besar kepada Allah Ta’ala, sifat zuhud, wara’, tawadhu, dan sabar.

Umar juga memilki teladan yang baik dalam hal tidak mengutamakan kepentingannya sendiri, dan dengan ikhlas memberikan pendapatnya demi kepentingan umum. Berikut ini beberapa kisah Umar bin Al-Khattab:

Takut kepada Allah

Diriwayatkan dari Ali bahwa bahwa ia Umar bin Khattab melompat ke atas pelana. Ali bertanya: “Wahai amirul mukminin hendak kemana engkau pergi?” Umar menjawab: ”Seekor unta lari dari kawanannya, aku akan menangkapnya”, Ali berkata: ”Engkau telah membuat repot khalifah setelahmu.” Dia menjawab, ”Wahai Abu Hasan, jangan kau mencelaku, demi Zat yang mengutus Muhammad dengan kenabian, jika seekor domba diambil dari pinggir sungai Eufrat, sungguh Umar akan dituntut karenanya pada hari kiamat nanti. Ini adalah betuk rasa takut Umar kepada Allah Ta’ala atas tanggung jawab kepemimpinan yang ia emban sampai ia melakukan hal tersebut.

Amanah

Ketika Umar memerintah kaum muslimin, beberapa waktu lamanya, dia tidak makan sedikit pun harta (dari baitul mal) hingga dia dalam kondisi terjepit. Kemudian dia mendatangi sejumlah sahabat Nabi ﷺ. Untuk meminta saran hingga Umar mengambil pedapat Ali bin Abi Thalib yaitu “Makan pagi dan makan malam” untuk Umar. Ini menunjukan sikap kehati-hatinya Umar dalam sesuatu yang haram. Umar juga pernah menegur Muawiyah yang kala itu menjabat sebagai gubernur dikarnakan memiliki iring-iringan kendaraan seperti para raja.

Para ulama dan peneliti telah berbicara tentang sifat kepribadian umar, yang terpenting diantarnya kuat dalam beragama, pemberani, kuat keimanannya, adil, berilmu, berpengalaman, luas pandangan, berwibawa dan perpandangan kuat, pandai berpandangan jauh ke depan, mulia, contoh yang baik. Penyayang, keras, tegas, kasar bertakwa, dan wara’. Mereka juga membicarakan tentang ciri-ciri perilaku kepemimpinan yang dimiliki khalifah Umar bin Khattab yang terpenting diantaranya: mendengar terhadap kritikan, kemampuan untuk membuat orang beramal, membuka lapangan pekerjaan, bermusyawarah dalam membuat keputusan-keputusan melalui musyawarah, mampu  membuat perubahan, dinamis dalam bersikap, ketat dalam pengawasi para wakil rakyat dan pemimpin

Tinggalkan Balasan